obatan-obatan tradisional yang
paling menguntungkan secara finansial adalah obat-obatan herbal yang memang
oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah dinyatakan dapat mengobati
penyakit kronis.
Salah satunya adalah obat malaria
yang dikembangkan dari penemuan zat artimisinin yang ditemukan dari tumbuhan Artemisia
annua L, tanaman yang telah digunakan oleh masyarakat Cina sejak 2000 tahun
lalu.
Bahkan, negara-negara berkembang di
seluruh dunia mulai menggunakan obat tradisional termasuk didalamnya akupuntur.
Ya, saat ini, sebesar 70%-80% dari total populasi di negara-negara berkembang
telah menggunakan pengobatan alternatif.
Obat tradisional menurut WHO adalah
keseluruhan dari pengetahuan, keterampilan, dan praktek berdasarkan teori,
kepercayaan, dan pengalaman asli setempat yang digunakan untuk pemeliharaan
kesehatan dan pengobatan penyakit fisik dan mental.
Obat tradisional termasuk di
dalamnya obat-obatan herbal, pijat, akupuntur, dan lainnya. Obat-obatan herbal
telah mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat dunia.
Ini dibuktikan dengan banyaknya
pendapatan dari adanya perdagangan obat-obatan herbal di Eropa Barat, Cina, dan
Brazil. Obat herbal dapat mengobati berbagai keluhan yang mereka adukan kepada
dokter.
Masalah yang meliputi kesehatan
jantung dan sirkulasi darah termasuk didalamnya angina, tekanan darah tinggi,
dan varises bisa dirawat dengan obat-obatan herbal.
Begitu juga dengan penyakit yang
berhubungan dengan ginekologi seperti menstruasi dan menopause. Di samping itu,
obatan-obatan herbal tanpa bahan kimia juga dapat menanggulangi penyakit
seperti insomnia, migrain, influenza, asma, demam, dan reaksi alergi lainnya.
Bagaimana dengan keamanananya? Ada
banyak orang yang menganggap bahwa obat-obatan herbal berasal dari tumbuhan
sehingga obat-obat ini tidak memiliki efek samping. Namun, faktanya obat-obatan
herbal bisa saja berbahaya dan memiliki efek buruk jika kualitas obat-obatan
herbal sangat rendah.
Tak hanya itu, tak sedikit pula
orang-orang yang berkecimpung dalam dunia medis menolak penggunaan obat-obatan
herbal akibat belum adanya banyak penelitian tentang kandungan obat-obatan
herbal dan efeknya bagi tubuh.
Meski demikian, Organisasi Kesehatan
Dunia atau WHO telah membuat strategi untuk mendukung dan mengintegrasikan
pengobatan tradisional termasuk didalamnya obat-obatan herbal ke dalam sistem kesehatan
nasional bagi negara-negara anggota WHO.
Organisasi ini juga akan memastikan
bahwa pengobatan tradisional yang dipasarkan memiliki kualitas yang baik serta
penggunaanya aman bagi masyarakat dunia. Selain itu, WHO juga akan mengakui
pengobatan tradisional sebagai bagian dari perawatan kesehatan primer.
Tentu saja, misi ini akan menjadi
tantangan tersendiri bagi Organisasi Kesehatan Dunia sebab tidak banyak negara
yang memiliki regulasi tentang obat tardisional.
Selain itu, penelitian tentang
berbagai macam pengobatan herbal harus ditingkatkan untuk kepentingan misi WHO.
Namun, menilai kualitas suatu produk obat herbal terbilang cukup kompleks
karena harus melihat sumber tanaman tradisional dan proses pengolahannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar